Eva Dwiana Semprot BBWS Soal Sungai, Tegaskan Banjir Jangan Dibebankan ke Pemda

Headline57 Dilihat

KritikOne – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meluapkan kekesalannya kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji–Sekampung terkait penanganan sungai yang dinilai lamban dan berdampak pada banjir di Kota Bandar Lampung.

Kekesalan itu disampaikan Eva dalam rapat koordinasi penanganan sungai yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/3/2026).

Rapat yang turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi V Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPRD Lampung Lesty Putri Utami, serta perwakilan BBWS Mesuji–Sekampung dan sejumlah instansi seperti Bappeda, BPBD, dan PSDA itu berlangsung cukup tegang.

Dalam forum tersebut, Eva menegaskan persoalan sungai, kali, dan irigasi bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan berada di bawah tanggung jawab BBWS.

“Yang namanya sungai, kali, dan irigasi itu bukan kewenangan daerah, tapi kewenangan Balai,” tegas Eva.

Ia mengaku sudah berulang kali mendatangi kantor BBWS untuk membahas persoalan sungai yang kerap memicu banjir di Bandar Lampung. Namun hingga kini, menurutnya, penanganan belum terlihat signifikan.

“Saya sudah beberapa kali datang langsung ke Balai. Bahkan satu atau dua bulan lalu juga bertemu dengan Kepala Balainya, tapi sampai sekarang belum ada langkah yang jelas,” ujarnya.

Eva bahkan menegaskan Pemerintah Kota Bandar Lampung siap membantu dari sisi pembiayaan agar normalisasi sungai bisa segera dilakukan.

“Kami siap menyiapkan dana, tapi tolong dibantu pengerjaannya. Karena yang paham kondisi sungai itu Balai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eva juga menyinggung keberadaan rumah warga di bantaran sungai yang menurutnya sudah banyak ditertibkan oleh Pemkot.

Ia menilai persoalan banjir tidak adil jika hanya diarahkan kepada Bandar Lampung, karena sejumlah daerah lain di Provinsi Lampung juga menghadapi masalah serupa.

“Kenapa hanya satu daerah yang disudutkan? Ini persoalan bersama, bukan masalah satu kota saja,” tegasnya.

Eva juga menyoroti minimnya kehadiran pihak BBWS saat banjir terjadi. Ia bahkan mencontohkan kejadian di kawasan Rajabasa yang merupakan jalan nasional.

“Pernah datang malam-malam, tapi hanya duduk diam. Saat saya tanya solusinya apa, mereka bilang tidak bisa bicara apa-apa,” katanya.

Meski demikian, Eva menegaskan Pemkot Bandar Lampung tetap bekerja maksimal menangani dampak banjir dengan mengerahkan satgas dari berbagai organisasi perangkat daerah.

“Kami turunkan satgas dari Lingkungan Hidup, Perhubungan, Satpol PP, BPBD, hingga PU. Semua bekerja siang dan malam di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan banjir tidak sepenuhnya dapat disalahkan kepada pemerintah daerah, karena salah satu pemicunya adalah tingginya curah hujan.

“Hujan itu dari Tuhan. Masa kami yang disalahkan karena hujan turun,” katanya.

Meski begitu, Pemkot Bandar Lampung tetap menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir serta terus melakukan penanganan sampah yang kerap disebut sebagai salah satu penyebab banjir.

Eva berharap penanganan banjir di Lampung dapat dilakukan secara bersama tanpa saling menyalahkan.

“Kalau semua pihak bekerja sama, insyaallah masalah banjir bisa kita selesaikan bersama,” pungkasnya.(Wi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *