KritikOne – Komitmen Pemerintah Kota Bandarlampung yang menyatakan seluruh calon peserta didik yang belum lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 akan tetap difasilitasi masuk ke sekolah negeri terdekat mulai dipertanyakan para wali murid.
Hingga beberapa hari menjelang dimulainya tahun ajaran baru, masih banyak orang tua mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai sekolah tempat anak mereka akan ditempatkan. Alasan yang mereka terima hampir seragam, yakni kuota di SMP Negeri terdekat telah penuh.
Salah seorang wali murid, Sunarto, mengatakan dirinya telah mengikuti seluruh prosedur yang diarahkan pemerintah, termasuk mengajukan permohonan melalui pihak kecamatan sebagaimana instruksi yang sebelumnya disampaikan Walikota Bandarlampung.
“Kami sudah mengikuti semua prosedur. Sesuai arahan Ibu Walikota, yang beredar di Media kami mengajukan ke camat agar anak kami bisa ditempatkan di sekolah negeri terdekat. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Kalau memang semua anak dijamin bisa sekolah negeri, mengapa kami masih kebingungan? Jangan sampai janji itu hanya menjadi slogan tanpa kepastian,” ujar Sunarto.Selasa,(7/7/26)
Menurutnya, keterbatasan daya tampung di sejumlah SMP Negeri membuat para orang tua kehilangan pilihan. Kondisi tersebut memicu keresahan karena tahun ajaran baru tinggal menghitung hari, sementara banyak siswa masih belum mengetahui di mana mereka akan bersekolah.
Di tengah ketidakpastian itu, beredar isu di masyarakat mengenai dugaan adanya praktik jasa penitipan yang menawarkan bantuan untuk memperoleh kursi di sekolah negeri tertentu melalui pihak-pihak yang diklaim memiliki kedekatan atau pengaruh. Hingga berita ini ditulis, informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
Situasi ini memunculkan pertanyaan terhadap realisasi komitmen Pemerintah Kota Bandarlampung. Jika seluruh anak memang dijamin memperoleh akses ke sekolah negeri, mengapa masih banyak wali murid yang belum menerima kepastian penempatan?
Para wali murid mendesak Pemerintah Kota Bandarlampung dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penempatan siswa yang belum tertampung. Apabila seluruh kuota SMP Negeri memang telah penuh, pemerintah juga diminta menyampaikan solusi yang nyata dan transparan agar hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan tidak terabaikan.
Masyarakat kini menunggu pembuktian atas komitmen yang telah disampaikan pemerintah. Sebab, bagi para orang tua, yang dibutuhkan bukan lagi janji, melainkan kepastian sebelum tahun ajaran baru dimulai.(Red)



