Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Batam, BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob hingga 8 Maret 2026

Nasional153 Dilihat

Batam, KRITIKONE.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyampaikan bahwa fenomena gerhana bulan total dapat disaksikan masyarakat Batam dan sekitarnya pada Selasa petang. Gerhana mulai terlihat pada pukul 18.33.39 WIB dan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, menjelaskan bahwa gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, sehingga bayangan Bumi sepenuhnya menutupi permukaan Bulan.

“Jika kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan, masyarakat dapat melihat perubahan warna Bulan menjadi kemerahan saat fase puncak gerhana,” ujarnya saat dikonfirmasi di Batam.

Fenomena ini dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. Namun, penggunaan teropong atau teleskop akan membantu pengamatan detail permukaan Bulan secara lebih jelas. Gerhana dapat dilihat dari mana saja selama langit dalam kondisi cerah.

Selain menjadi peristiwa astronomi yang menarik, gerhana bulan yang berdekatan dengan fase Bulan Purnama pada 3 Maret 2026 juga berpotensi memengaruhi kondisi pasang surut air laut. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 25 Februari hingga 8 Maret 2026 di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau.

Berdasarkan hasil pemantauan data tinggi muka air laut (water level) dan prediksi pasang surut, peningkatan ketinggian air laut maksimum berpotensi terjadi di beberapa wilayah, antara lain:

  • Kota Batam (pesisir Kecamatan Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa dan sekitarnya)

  • Kabupaten Lingga (pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang dan sekitarnya)

  • Kabupaten Karimun (pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral dan sekitarnya)

  • Kabupaten Bintan (pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur dan sekitarnya)

Fenomena pasang maksimum ini berpotensi berdampak pada aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat barang, permukiman warga, serta usaha tambak dan perikanan darat.

BMKG Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat periode pasang tertinggi, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *