Infrastruktur Rusak, Pemkot Bandarlampung Fokus Mobil Dinas

KritikOne – Di tengah jeritan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, Pemerintah Kota Bandarlampung justru mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar untuk pengadaan kendaraan operasional kepala puskesmas.Jumat,(8/5/26)

Kondisi jalan berlubang di ruas jalan Raden Saleh, Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan T. Kerusakan jalan dinilai membahayakan keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya. Bahkan, warga menyebut sudah ada masyarakat yang terjatuh akibat jalan berlubang yang dibiarkan tanpa perbaikan.

Ironisnya, di saat masyarakat berharap adanya prioritas perbaikan infrastruktur dasar, Pemkot malah merealisasikan pengadaan mobil operasional bagi kepala puskesmas. Kebijakan tersebut menuai kritik keras dari warga yang menilai pemerintah tidak peka terhadap kondisi di lapangan.

Toni, salah satu warga yang tinggal di sekitar wilayah Kecamatan Tanjung Senang, mengaku kecewa terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Kita bisa lihat sendiri jalan rusak parah, bahkan ada warga yang sempat jatuh karena kondisi jalan yang hancur. Tapi wali kota malah lebih mementingkan kendaraan operasional kepala puskesmas,” ujar Toni dengan nada kecewa.

Menurut warga, kerusakan jalan bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, melainkan sudah menyangkut keselamatan masyarakat. Mereka menilai pemerintah seharusnya lebih fokus membenahi akses jalan yang setiap hari digunakan warga dibanding mengutamakan fasilitas operasional pejabat.

Sementara itu, saat tim jurnalis KritikOne mencoba mengkonfirmasi keluhan masyarakat terkait adanya warga yang terjatuh akibat jalan berlubang, Kabid Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung hingga saat ini belum memberikan tanggapannya .

Minimnya respons dari instansi terkait jalan yang tak kunjung diperbaiki membuat kekecewaan dikalangan masyarakat.
Bagi masyarakat, pembangunan seharusnya dimulai dari kebutuhan paling mendasar, yakni keselamatan dan kenyamanan warga, bukan justru terkesan mendahulukan fasilitas pejabat di tengah kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed